AD (728x60)

Sabtu, 21 Juli 2012

Lagi, Pak Nuh Ceramah di Masjid Manarul Ilmi ITS

Share & Comment
Bismillah.
Malam ini itu, tanggal 21 Juli tahun 2012 Masehi atau tanggal 1 Ramadhan 1433 Hijriyah. Jamaah sholat tarawih pada malam kedua Ramadhan di masjid Manarul Ilmi ITS ini sepertinya lebih ramai dari kemarin.
Masjid Manarul Ilmi ITS Surabaya tahun 2015
#padahal kemarin kagak sholat tarawih di Masjid Manarul. ya, perkiraan saja.
Penyebab mem-bludak-nya jamaah ini tidak lain, tidak salah, tidak bukan, tidak keliru, adalah adanya sosok Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA, yang ikut dalam sholat tarawih di masjid kampus ITS tersebut. Seperti Ramadhan tahun lalu, sosok yang akrab disapa Pak Nuh ini diundang untuk memberikan ceramah kepada seluruh jamaah sholat tarawih di Masjid Manarul Ilmi ITS. Setelah sholat Isya selesai, dan setelah sholat rowatib, Menteri Pendidikan Nasional ini naik ke atas mimbar untuk menyampaikan ceramahnya. Dalam ceramahnya, mantan Rektor ITS Surabaya ini menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan jumlah populasi Muslim terbanyak di dunia, mempunyai andil besar dalam membawa umat islam (di seluruh dunia) menjadi umat yang rahmatal lil 'alamin di masa yang akan datang.

Untuk menuju hal tersebut, yaitu menjadi rahmatal lil 'alamin, harus ada yang dipersiapkan dan dikuasai, yaitu ilmu dan peradaban.
#kalau menurut Cak Mohammad Sholehuddin Hambali, dua hal itu adalah ilmu dan mobilitas.
Untuk ilmu, sudah tentu lah menjadi syarat utama. Mengenai peradaban, dicontohkan, Suju. siapa yang belum tahu Suju?
Suju a.k.a Super Junior, boyband asal Korea Selatan ini menunjukkan betapa dominannya peradaban Korea Selatan di Indonesia saat ini. Pak Nuh, menceritakan, saat Suju datang di bandara, banyak anak muda yang datang untuk menyambutnya. Diantaranya membawa spanduk yang bertuliskan "Welcome to Indonesia", tapi saat Suju tidak lewat di depannya, meraka berteriak histeris, padahal dudu dulur.
Begitulah beliau menganalogikan.

Terkait peradaban ini, beliau menyebutkan ada tiga jenis "interaksi" peradaban, yaitu:
  • Pertama, Peradaban yang dominan akan menghancurkan peradaban yang tidak dominan.
  • Kedua, antar peradaban akan saling bergesekan, karena antar peradaban tersebut memiliki nilai-nilai yang berbeda.
  • Terakhir, yang ketiga, konvergensi peradaban, dimana suatu peradaban akan mengambil nilai-nilai yang baik, positif, dan benar dari peradaban lainnya.
Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ini berharap, konvergensi peradaban ini diterapkan oleh umat Islam saat ini, mengambil hal-hal yang baik dan meninggalkan yang buruk.
wallahu 'alam.
Tags:

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Popular Content

Recent Posts

Why to Choose RedHood?

Copyright © Demo : Red Hood | Designed by Templateism.com