18 Juli 2014
Aku tidak sebaik seperti yang kalian pikirkan.
Tabiat burukku kembali muncul di saat yang tidak tepat, saat berbuka, aku ngobrol dengan salah satu orang yang tercinta, lalu aku mendapat tanggapan yang tidak menyenangkan di hati, aku ingin berubah menjadi super introver. Pikiran kusut, hati resah, entah apa yang aku rasakan, kesal, kecewa, marah, sedih, gelisah, penat, tidak senang atau bimbang, aku tidak tahu. Aku ingin kembali menjadi introver, aku ingin diam saja, namun aku tidak tahu mengapa aku tetap menanggapinya, apakah karena di hatiku dia adalah orang tercinta? yang dengan menanggapinya adalah termasuk bentuk ketaatanku pada-Nya? aku terus menanggapinya, walaupun dengan jawaban yang singkat dan kadang tidak jelas. Apakah ini adalah sebuah kedurhakaan? Ini adalah sebuah kedurhakaan (?)

0 komentar:
Posting Komentar