Bismillah.
Kehidupan, bagaikan lembaran kertas dalam sebuah buku tulis. Orang-orang bisa menulis, menggambar, ataupun mencorat-coret di atasnya. Orang-orang bisa menulis kebaikan, menggambar lingkungan masyarakatnya, maupun mencoret pilihan hidupnya. Itulah kehidupan, dan dalam perjalanannya, ada saat dimana orang-orang (mungkin) ingin menghapus lembaran yang telah mereka tuliskan. Ada yang menyesal, malu, tidak puas, kecewa, dan merasa berdosa atas lembaran-lembaran mereka. Hingga mereka menginginkan, andai saja, waktu bisa dimundurkan kembali, agar mereka bisa menuliskan kembali lembar kehidupan mereka, tentunya dengan berbagai kebaikan, prestasi, kontribusi, dan hal-hal yang tidak akan mereka sesali. Namun, itu tidak mungkin, karena waktu yang sudah berlalu tidak akan bisa kembali.
Yang tersisa hanya lembaran(-lembaran) yang jumlahnya tidak diketahui oleh siapa pun, hanya Allah yang Maha Mengetahui. Memanfaat sisa lembaran dengan sebaik-baiknya, itu adalah sebuah pilihan. Itu adalah pilihan yang tepat, dan juga, itu adalah yang sulit, karena syaithan (dari golongan jin dan manusia) tidak akan duduk manis, berpangku tangan. Mereka akan terus membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Semoga Allah SWT melindungi kita.

0 komentar:
Posting Komentar